Namaku Mata Hari

namaku-mata-hari

Aku pelacur tulen,

Tapi aku penari sejati,

dan aku Belanda berdarah Indonesia

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang novel ini, terutama bagi mereka yang menyukai novel sejarah. Saya pribadi baru membeli buku ini pada pertengahan tahun 2012 yang lalu saat ada bookfair di Gramedia dan baru mulai membaca pada Bulan November. Lama buku ini saya tinggalkan untuk membaca buku-buku yang lain terlebih dahulu. Alasannya? ya karena tebalnya itu lho 559 halaman hehe seperti novel Remy Sylado yang lain.

Namaku Mata Hari merupakan sebuah novel sejarah yang diangkat dari kehidupan seorang perempuan Belanda yang berdarah Indonesia. Seorang penari eksotik dan erotik dan sekaligus pelacur, ditambah lagi sebagai seorang mata-mata dua negara pada masa Perang Dunia I, yaitu negara Perancis dan Jerman.  Jujur saya baru tahu kisahnya setelah saya membaca novel ini dan membaca biografinya di Wikipedia. Ternyata sudah banyak sekali literatur yang mengisahkan tentang kehidupannya bahkan sudah beberapa kali difilmkan. Tapi memang tidak banyak yang mengupas tentang kehidupan Mata Hari di Indonesia, dan dalam novel ini hampir sebagian kisahnya adalah saat Ia berada di Indonesia.

Mata Hari bernama asli Margaretha Geertruida Zelle lahir pada 7 Agustus 1876 di Leeuwarden, Belanda, menikah pada usia 18 tahun dengan seorang opsir Belanda bernama Rudolf John Macleod. Ia mengikuti suaminya yang ditugaskan di Indonesia (pada masa penjajahan Belanda), tepatnya di wilayah, Ambarawa. Di sinilah Mata Hari mulai jatuh cinta pada kebudayaan Indonesia terutama tarian Jawa, dan menjadi inspirasinya. Hingga ia belajar langsung pada seseorang yang dipanggilnya Mbah Kung, di sebuah padepokan di Borobudur, Magelang. Dari situlah akhirnya ia menjadi seorang penari Jawa eksotik dan erotik dan berganti nama menjadi Mata Hari.

Bukan hanya menjadi penari, Mata Hari juga seorang petualang cinta yang membawanya menjadi seorang pelacur kelas tinggi. Berawal dari dendam pada suaminya yang suka melacur. “Kalau laki-laki bisa, kenapa perempuan tidak bisa,” begitu tekadnya. Tapi bukan hanya di situ ambisinya, Mata Hari ingin menjadi penari terkenal dan menaklukkan Paris, yang merupakan pusat kebudayaan barat. Akhirnya Ia berhasil menjadi penari yang bukan hanya terkenal di Perancis tapi juga di beberapa negara di Eropa. Disamping itu Ia juga tetap menjalani profesinya sebagai pelacur. Mata Hari menjadi pelacur di kalangan pejabat-pejabat tinggi dan pejabat militer dari berbagai negara yang Ia singgahi.

Meski Ia seorang pelacur tapi kesukaannya membaca membuatnya memiliki pengetahuan yang luas, dan menguasai tujuh bahasa, hingga Ia dilirik oleh pemerintahan Perancis untuk menjadi mata-mata. Saat itu di Eropa memang sedang terjadi pertikaian hingga meletuslah Perang Dunia I. Bukan hanya Perancis, Jerman juga merekrut Mata Hari menjadi mata-matanya dan memberinya kode H21. Dengan memanfaatkan profesinya sebagai penari dan pelacur Mata Hari pun dengan mudah menjadi mata-mata bagi dua negara yang sedang bertikai tersebut. Mata Hari mengorek keterangan saat melacur, dan Ia menyebutnya sebagai ‘dialog di atas bantal’

Hingga akhirnya Perancis mengetahui bahwa Mata Hari adalah mata-mata ganda dan menjatuhi hukuman mati atas tuduhan pengkhianatan terhadap Perancis. Mata Hari meninggal dunia pada 15 Oktober 1917 dalam eksekusi mati oleh regu tembak.

Kelam memang kisah Mata Hari ini, mati dengan tragis tanpa satupun keluarganya yang mendampingi. Setelah anak laki-lakinya meninggal karena keracunan, Ia juga dipisahkan dengan anak perempuannya karena hak asuhnya jatuh pada suaminya saat perceraian. Konon anak perempuannya juga tinggal dan menikah dengan orang Indonesia.

Tidak menyesal rasanya membeli dan membaca ulang novel ini, karena saya sendiri menyukai kisah-kisah yang berhubungan dengan sejarah, terutama yang berhubungan  dengan sejarah dan budaya Indonesia.

***

Postingan ini sekaligus untuk  Membaca Sastra Indonesia 2013

Baca Bareng BBI Bulan Agustus yang masuk tema sastra Indonesia dan sekaligus tema perang.

juga untuk  2013 Indonesian Romance Reading Challenge karena ada unsur romancenya 😀

 

‘Ne